Ngeningne Cipto Mandeng Pucuking Grano Madep Mantep Marang Kang Murbo Waseso Mekek Babagan Hawa Songo


Ngeningne Cipto Mandeng Pucuking Grano Madep Mantep Marang Kang Murbo Waseso Mekek Babagan Hawa Songo

Nasehat atau filsafah jawa  ini sangat populer dikalangan orang-orang jawa kususnya dikalangan orang-orang yang menekuni Ilmu Kejawen kususnya orang-orang yang gemar melakukan konsentrasi menghadapkan ruhani kepada Sang Pencipta yang lazim kita sebut Semedi atau Meditasi dan itu membutuhkan lima pilar dalam nasihat jawa tersebut yang akan akan jabarkan satu persatu pada kesempatan kali ini mengenai nasihat jawa itu dengan bahasa Indonesia agar kita dari kalangan muda mudah untuk memahaminya dan mencernanya,mari kita mulai dari  rangkaian kalimat nasihat yang pertama

1).Ngeningno Cipto
Ngeningno dari bahasa jawa bening atau wening yang artinya membersihkan atau mensucikan atau mengosongkan sedangkan kata Cipto mempunyai arti atau makna fikiran yang disini kalau kita jabarkan bukan hanya fikiran yang berada diotak saja akan tetapi lebih mendalam lagi sampai ke rasa dan karsa ,adapun tempat cipto itu berada dalam sirri otak yang berada dikepala yang biasa kita isi dengan fikiran atau rencana-rencana atau gambar-gambar duniawi ,sedangkan karsa berada diatas pusar keatas sampai dada yang disitu tempat karsa atau keinginan keinginan manusia sedangkan rasa berada dalam hati kita yang kalau kita ibaratkan ponsel adalah baterainya sedangkan cipto adalah kat memorinya yang berisi banyak gambar tulisan dan suara,yang kesemuanya itu harus diweningkan atau dikosongkan,setelah dikosongkan agar konsentrasi meditasi bisa benar-benar full konsentrasi maka harus

2).Mandheng Pucuk'ing Grono
Mandheng dari bahasa Jawa yang artinya melihat dengan sungguh-sungguh sedangkan kata pucuking Grono artinya tempat yang paling depan dihidung karena grono punya arti hidung yang kalau kita amati pucuk dari hidung itu tidak ada berarti yang di inginkan dari yang membuat nasehat ini adalah nafas yang keluar masuk dari kedua lobang hidung,Jadi seseorang yang ingin meditasi atau wiridnya kusuk penuh konsentrasi maka aturlah masuk dan keluarnya nafas yang sering dinamakan Olah Pernafasan yang dalam blog ini sudah saya ulas di artikel berikut ini Manfaat Meditasi Dan Olah Pernafasan yang kesemuanya itu sangat dianjurkan bagi yang gemar meditasi atau wirid dan dhikir,kemudian yang ketiga

3).Madep Mantep Marang Kang Murbo Waseso
Madep dari bahasa jawa yang mempunyai arti menghadap atau bahasa arabnya tawajjuh,adapun kata Mantep mempunyai makna mantap tidak ragu dan tidak tolah toleh adapun kalimat Marang Kang Murbo waseso bahasa jawa yang artinya Tuhan Alloh yang punya hak mengatur semua Cipta'anya,Jadi bagi seorang yang melakukan Semedi Meditasi atau Dhikir setelah hatinya dikosongkan dari gambar-gambar ,suara-suara dan tulisan tulisan tentang keduniaan atau lazim dalam istilah tasawuf disebut masiwalloh atau alkaun, hatinya harus dihadapkan dan dimantapkan atau diisi dengan Dhikir ingat alloh Yang Maha Mengatur Segalanya,Orang-orang thoriqoh menyebutnya dengan Dhikir Khofi yang telah diatur dengan metode tertentu sehingga bisa menghasilkan konsentrasi yang full,Kemudian kita menginjak poin terakhir yang harus dilakukan orang yang sedang semedi atau meditasi dhikir yaitu

4).Mekek Babagan Howo Songo
Mekek bisa diartikan menutup atau menahan atau menjaga atau bisa diartikan menghentikan fungsi sedangkan kata Babagan artinya jalan yang nerus atau lobang sedangkan Howo atrinya Udara sedangkan kata Songo artinya sembilan,Kemudian lobang  sembilan yang mana yang disebut Babagan howo songo?

Yang termasuk Babagan howo songo yaitu 
1).Kedua Lobang Hidung,
2).Kedua Lobang Mata,
3).Kedua Lobang Telinga,
4).Satu lobang Mulut,
5).Lobang untuk buang air besar,
6).Lobang untuk air seni,

Jadi bagi seseorang yang melakukan Semedi Meditasi atau Wirid sudah seharusnya menahan atau menhentikan sementara fungsi  juga menjaga kesucian dari 9 lobang hawa kalau dalam islam harus suci dari hadas besar maupun kecil dengan mensucikan diri dengan mandi bs4r dan wudhu,karena babagan howo songo juga tempat beraksinya nafsu dalam diri manusia misalnya mulut ada nafsunya makan dan berbicara,mata ada keinginan nafsu untuk melihat,telinga ada keinginan nafsu untuk mendengar hidung ada keinginan nafsu untuk mencium,kem4lu4n ada nafsu untuk sy4hw4t lain jen1s dan seterusnya,maka sudah seyokyanya bagi yang ingin konsentrasi hatinya menghadap Alloh semua harus di empet ditahan dan dikendalikan bahkan tingkatan yang lebih tinggi lagi harus difanakan agar kita semakin merasakan kedekatan dengan Alloh sang pencipta semesta alam..

Jadi kesimpulanya seseorang yang Ingin mencapai puncak konsentrasi dalam semedi Meditasi atau wirid harus memegang 4 perkara yang saya jabarkan dari Nasehat Bijak Jawa dengan sungguh-sungguh, Fainsa’alloh sukma Anda akan melanglang buana kealam-alam ghaib bawah maupun samawi yang tingkat tertinggi Fananya diri dan mengenal Sang  pencipta dengan kata lain Makrifat billah,waullohua’alam

Saya kira demikian dulu pembahasan tentang Nasehat Hikmah jawa Ngeningne Cipto Mandeng Pucuking Grono Madep Mantep Marang Kang Murbo Waseso Mekek Babagan Howo Songo,Mohon Maaf bila banyak kesalahan dalam mentafsir dan dari segi olah kata maupun tulisan,semoga ada manfaatnya,

Related Posts:

0 Response to "Ngeningne Cipto Mandeng Pucuking Grano Madep Mantep Marang Kang Murbo Waseso Mekek Babagan Hawa Songo"

Posting Komentar