Home » , , , , » Ojo gampang gumunan, ojo gampang getunan, ojo gampang kagetan, ojo gampang aleman falsafah jawa

Ojo gampang gumunan, ojo gampang getunan, ojo gampang kagetan, ojo gampang aleman falsafah jawa

Written By wonk gardu on Kamis, 04 Oktober 2018 | Oktober 04, 2018

Ojo gampang gumunan, ojo gampang getunan, ojo gampang kagetan, ojo gampang aleman falsafah jawa - Salah satu falsafah orang Jawa yang cukup sering terdengar yaitu "Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman". Arti dari falsafah ini adalah "Kita hendaknya tidak gampang heran, tidak mudah merasa kecewa, jangan mudah terkejut oleh karena suatu hal, dan jangan bersikap manja.


Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa kita tidak boleh melakukan atau merasakan semua itu? Bukankah itu hal alami yang dapat kita rasakan sewaktu-waktu? Ada berita A, kita heran dan kaget, kok bisa sih, masa sih, ah yang bener. Ada peristiwa yang tidak sesuai dengan harapan kita kecewa lalu marah.

Falsafah ini mengajarkan dan mengingatkan kita bahwa semua yang berlebihan itu tidak baik. Jika kita terlalu sering hanya terheran-heran, kita jadi lupa untuk menghasilkan sesuatu yang juga bisa membuat orang lain terheran-heran. Kita hanya akan jadi penonton saja, sambil terus bertanya-tanya "kok bisa begitu" tanpa melakukan apa-apa yang jauh lebih bermanfaat. Betul nggak?
Pada saat kita kecewa atau dikecewakan, kecewalah sewajarnya. Lalu kembali bangkit menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kecewa yang berlebihan hanya akan menggerogoti jiwa raga kita, membiarkan penyakit tumbuh subur didalam hati, menumbuhkan rasa pesimis yang tak ada habisnya. Sakitnya tuh disini, bukan disana. Orang lain (yang mengecewakan kita) nggak akan merasakan sakitnya, ya kita sendiri kok yang jungkir balik menahan rasa kecewa.

Kalau terjadi peristiwa yang menghebohkan, janganlah kita terbawa oleh rasa kaget yang berkepanjangan. Jangan lupa untuk selalu mencari kebenaran berita, melihat segala hal dari dua sisi yang berbeda, menelaah sebab akibatnya. Menumbuhkan sikap simpati dan empati akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih toleran, lebih bijaksana, dan tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita yang belum teruji kebenarannya.

Dan yang terakhir tapi tidak kalah penting, jangan manja. Apapun kondisinya, bagaimanapun keadaannya, sesakit apapun diri kita, jangan manja. Kalau manja tipis-tipis yang hanya untuk bumbu romantis masih oke lah ya. Tapi jangan manja dalam menghadapi roda kehidupan deh. Keuntungannya jauh lebih besar kalau kita bisa belajar mandiri sedari dini. Kebayang gak, kalau nanti kita sudah dewasa, sudah berkeluarga, mau mengambil keputusan saja ragu-ragu, tanya sana sini tapi jawabannya kok beda-beda. Akhirnya malah susah sendiri. Mau melakukan sesuatu harus dibantu banyak orang, minta tolong pontang panting kesana kemari. Jangan deh, nanti kamu ketinggalan jauh. Yang lain sudah hampir sampai garis finish, kamu baru mau ambil ancang-ancang.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. GARDU SEO - All Rights Reserved
Responsive by Mas Yadi Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger